Ch. Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam Siregar lahir di Langsa, Aceh, pada 14 Desember 1922. Ia berasal dari keluarga Batak Angkola bermarga Siregar dan dikenal luas sebagai tokoh adat, budayawan, sekaligus intelektual yang mendalami nilai-nilai adat Batak Angkola. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan diri dalam kajian adat dan hukum adat, khususnya dalam konteks masyarakat Angkola yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal. Pemikirannya yang tajam dan mendalam membuatnya dihormati sebagai salah satu tokoh penting dalam pelestarian adat serta upaya menyesuaikan adat dengan ajaran Islam yang hidup berdampingan di Tapanuli Selatan.
Dalam berbagai tulisannya, Ch. Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam Siregar menggambarkan adat sebagai perilaku sosial yang diwariskan turun-temurun dan menjadi identitas moral suatu masyarakat. Ia menulis secara mendalam mengenai konsep dalihan natolu, sistem hukum adat, serta dinamika antara modernisasi dan pelestarian nilai-nilai tradisional. Gagasannya juga menyoroti pentingnya harmoni antara adat dan agama, dua pilar yang menurutnya tidak seharusnya dipertentangkan, melainkan dijalankan secara beriringan untuk memperkuat tatanan sosial. Ia turut berkontribusi dalam penulisan buku Adat Budaya Batak Angkola bersama Zainal Efendi Hasibuan, sebuah karya yang kini menjadi referensi utama bagi peneliti dan akademisi.
Kiprahnya yang konsisten menjadikan beliau sebagai sosok penjaga nilai budaya Angkola dan penuntun generasi penerus dalam memahami makna adat di tengah arus perubahan zaman. Setelah puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan kebudayaan, Ch. Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam Siregar berpulang pada 11 Mei 2025. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan kalangan akademik, namun pemikirannya tetap hidup sebagai warisan intelektual dan spiritual yang memperkaya kebudayaan Batak Angkola. Melalui karya dan dedikasinya, beliau dikenang sebagai penjaga jati diri budaya yang tidak hanya mengajarkan adat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan dalam kehidupan bermasyarakat.

Posting Komentar